Dialektika Nalar dan Riwayat dalam Tafsir Jami’ al-Bayân ‘an Ta’wil al-Quran Karya Imam Ath-Thabari
DOI:
https://doi.org/10.62504/scientiva40Kata Kunci:
Dialektika Nalar dan Riwayat, Tafsir Jami' al-Bayan, Tafsir bi al-Ma'tsurAbstrak
Meskipun literatur menempatkan Tafsir ath-Thabari pada peringkat tertinggi kategori bi al-ma'tsur karena kelimpahan sanadnya, pelabelan mutlak ini memicu perdebatan epistemologis. Aktivitas Ath-Thabari tidak pasif, melainkan aktif mengintegrasikan ketajaman nalar, analisis linguistik, dan ijtihad mandiri untuk menyaring serta men-tarjih riwayat. Penelitian kepustakaan kualitatif dengan pendekatan dialektis-analitis (tahlili) ini bertujuan menjelaskan ruang dialektika dinamis antara akal (‘aql) dan teks (naql), guna membuktikan bahwa nalar merupakan instrumen metodologis utama, bukan sekadar pelengkap. Data primer bersumber dari Tafsir Jami’ al-Bayan, sementara literatur metodologi tafsir dan biografi intelektualnya menjadi data sekunder. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan pembacaan kritis (close reading) pada ayat-ayat dengan riwayat kontradiktif. Hasil penelitian menemukan bahwa label Tafsir bi al-Ma'tsur pada karya ini hanya bersifat superfisial. Secara substansial, kitab ini merupakan ruang dialektika yang dinamis, simbiotik, dan integratif antara otoritas teks dan ketajaman nalar. Ath-Thabari memosisikan riwayat sebagai fondasi utama yang diuji secara kritis melalui seleksi sanad, kritik matan berbasis prinsip ‘ishmatul anbiya, serta klasifikasi riwayat. Porsi nalar (ra'yu) bekerja dominan sebagai pisau analisis melalui kaidah al-tarjih ushuliyah, analisis gramatika Arab-semantik syair Jahiliah, serta istinbath hukum mandiri selaku Mujtahid Mutlaq. Hubungan akal dan riwayat ini saling melengkapi demi menghasilkan interpretasi yang maslahat, saintifik, dan universal.
Unduhan
Referensi
Abdul Wahhab As-Sabki, Tajuddin Abu Nashr. Thabagat Asy-Syafi'iyah Al Kubra. tahqiq Abdul Fattah Al Hilwa dan Mahmud Ath-Thanahi, cetakan Hijr 2/1992 M (3/120).
Al-Athar, Shidqy. Muqaddimah Tafsir Ibnu Jarir (Beirut: Dar al-Fiq. 1995)
Al-Farmawi, Abd al-Hay. al-Bidayah fi Tafsir Maudhu'l.(Mesir: al-Hadarah al-Arabiyah. 1977)
Al-Qatthan, Manna Khalil. Mabahis Fi Ulumil Qur’an. terj. Mudzakir AS. Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an. (Bogor: Lintera Antar Nusa. 2009)
Al-Qattan, Manna Khali. Mabahis fi Ulum al- Qur'an. (Beirut: al-Mansyurat al-Ashr al-Hadis. 1973 M)
Al-Qatthan, Manna Khali. Studi Ilmu-Ilmu al-Quran, (Bogor: Litera Antar Nusa. 1996). Cet ke- 3
Al-Shadr, Muhammad Baqir. Al-Tafsir Al-Maudhu'iy wa Al-Tafsir Al-Tajzi 'iy fi Al-Qur'an Al- Karim. (Beirut: Dar Al-Ta'ruf lil Matbu'at. 1980)
Al-Zahabi, Muhammad Husain. Tafsir wa al-Mufassirun. Juz. I (Beirut: Dar al-Kutub al-Hadisah. 1976)
Anwar, Rasihan. Melacak unsur-unsur Israilliyat dalam tafsir al-Thabari dan ibnu kasir, (Bandung: Pustaka Setia. 1949)
Anwar, Rasihan. Ilmu Tafsir, (Bandung: Pustaka Setia. 1949)
Baidan, Nasharuddin. Rekonstruksi Ilmu Tafsir. (Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yasa, 2000)
Khalid, M. Rusydi. Mengkaji Metode para Mufassir; Manahij al Mufassirin. (Makassar: Alauddin University Press. 2012)
Mahmud, Mani’ Abd Halim. Metodologi Tafsir Kajian Komprehensif Metode Para Ahli Tafsir. (Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA. 2006)
Malik bin Nabi, Le Phenomena Quranique. diterjemahkan kedalam bahasa Arab oleh Abdussabur Syahin dengan judul Az-Zahirah Al-Qur'aniyah. (Lebanon: Dar Al-Fikr)
Muhammad bin Jarir ath-Thabari, Abu Ja’far. Jami’ al-Bayân ‘an Ta’wil al-Quran. terj. Ahmad Abdurraziq Al Bakri, dkk., Tafsir ath-Thabari. Jid.1, (Jakarta:Pustaka Azzam. 2009)
Shihab, Quraish.dkk., Sejarah dan Ulum al-Qur'an. (Jakarta: Pustaka Firdaus. 1999)
Sofyan, Muhammad. Tafsir wal Mufassirun. (Medan: Perdana Publishing. 2015)
Zulheldi. 6 Langkah Metode Tafsir Maudhu’i. (Jakarta: RAJAGRAFINDO PERSADA. 2017
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Kalbajapen (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









